Palembang, 16 Februari 2026 – Program Studi Magister Teknik Kimia, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa melalui materi“Edukasi Titik Kritis Kehalalan Produk Pangan, Kosmetika, dan Obat-obatan.” Kegiatan ini dilaksanakan di Bank Sampah Kenanga, Kelurahan Sembilan Belas Ilir, Kota Palembang, dengan melibatkan pengurus Bank Sampah Kenanga dan masyarakat sekitar RT 5, RT 11, dan RT 12.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Kemitraan Masyarakat yang didukung oleh Hibah Internal Universitas Muhammadiyah Palembang. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi halal masyarakat serta memperkuat peran akademisi dalam memberikan kontribusi nyata dalam penyelesaian permasalahan masyarakat, khususnya terkait pemahaman kehalalan produk konsumsi.
Acara dibuka secara resmi oleh Ahmadi Saputra S.H. M.Si. selaku Lurah Sembilan Belas Ilir, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi ini di wilayahnya. Beliau menegaskan bahwa literasi halal merupakan aspek penting yang tidak hanya berkaitan dengan nilai keagamaan, tetapi juga menyangkut aspek kesehatan, keamanan, dan perlindungan konsumen. Kehadiran perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami dan memilih produk yang halal dan aman.


Materi edukasi disampaikan oleh Dian Kharismadewi, Ph.D., dosen Program Studi Magister Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Palembang sekaligus pendamping halal terdaftar di Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa kehalalan suatu produk tidak hanya ditentukan oleh bahan utama, tetapi juga oleh sumber bahan, bahan tambahan, serta seluruh rangkaian proses produksi, penyimpanan, distribusi, hingga penyajian produk kepada konsumen.


Peserta diperkenalkan pada berbagai contoh titik kritis kehalalan yang umum ditemukan dalam produk pangan, seperti emulsifier, gelatin, perisa, enzim, dan bahan tambahan lainnya yang status kehalalannya sangat bergantung pada sumber dan proses pembuatannya. Selain itu, pada produk kosmetika dan obat-obatan, titik kritis dapat muncul dari bahan yang berasal dari hewan, mikroba, maupun bahan sintetis, serta penggunaan bahan tambahan dan media produksi tertentu.
Sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran partisipatif, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi kelompok berbasis studi kasus. Peserta secara aktif mengidentifikasi titik kritis kehalalan dari suatu kegiatan yang menghasilkan produk serta merumuskan rekomendasi perbaikan untuk memastikan status kehalalannya. Metode ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan kontekstual, sehingga peserta dapat memahami konsep halal secara lebih komprehensif.




Untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan, tim pengabdian juga melaksanakan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil diskusi kelompok menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat, yang tercermin dari partisipasi aktif dalam diskusi maupun sesi tanya jawab. Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada kelompok peserta terbaik serta foto bersama.


Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Palembang berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kehalalan produk. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Link Video PkM Bank Sampah kenanga”
https://drive.google.com/file/d/1TlM0Nycz1ZcyKEK7VSsRE1vcnucx-lD3/view?usp=sharing
0 Komentar