Palembang, 27 Agustus 2026 – Kelurahan 16 Ulu, Kota Palembang, mengajak Program Pascasarjana Teknik Kimia untuk berkontribusi sebagai narasumber dalam kegiatan pelatihan pembuatan eco enzyme bagi masyarakat, khususnya para pengelola bank sampah di wilayah Kelurahan 16 Ulu pada Jum’at, 21 Agustus 2026 di Kantor Kelurahan 16 Ulu Palembang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pemanfaatan limbah organik rumah tangga sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Lurah 16 Ulu, Bapak Kgs. Syahri Ramadhon, S.H., M.H., dan dihadiri oleh para peserta yang merupakan pengelola bank sampah di wilayah Kelurahan 16 Ulu. Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman praktis dalam mengolah limbah organik, khususnya limbah kulit buah, menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi memberikan nilai ekonomi.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat melalui bank sampah. Limbah organik yang selama ini dibuang dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Kgs. Syahri Ramadhon dalam pembukaan kegiatan.
Materi pelatihan disampaikan oleh Ibu Dian Kharismadewi, S.T., M.T., Ph.D., yang memberikan pemaparan mengenai konsep eco enzyme, prinsip pembuatannya, bahan yang digunakan, tahapan fermentasi, serta pemanfaatan produk yang dihasilkan. Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik langsung pembuatan eco enzyme.
Dalam pemaparannya, Dian menjelaskan bahwa eco enzyme dapat menjadi salah satu alternatif sederhana dalam mengolah limbah organik terutama kulit buah-buahan dan potongan sayur-sayuran yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga maupun kegiatan penyediaan makanan. Limbah kulit buah yang selama ini berpotensi menjadi sampah dapat dimanfaatkan melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan cairan eco enzyme yang dapat digunakan lebih lanjut sebagai pupuk cair maupun cairan serbaguna untuk kebutuhan kebersihan.

Selain pemanfaatan cairan eco enzyme yang telah matang, pelatihan juga memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan ampas eco enzyme. Ampas hasil proses fermentasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bioaktivator dalam pembuatan pupuk kompos, sehingga proses pemanfaatan limbah dapat dilakukan secara lebih optimal dan menghasilkan produk turunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pada sesi praktik, peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok melakukan praktik pembuatan eco enzyme dengan memanfaatkan limbah kulit buah yang berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kelurahan 16 Ulu. Pemanfaatan sumber limbah tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena menunjukkan bahwa limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk tindak lanjut terhadap arahan Wali Kota Palembang mengenai pentingnya pemanfaatan limbah organik sebagai bagian dari upaya peningkatan ekonomi sirkular masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. Melalui penguatan peran bank sampah, masyarakat diharapkan tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah anorganik, tetapi juga mampu mengembangkan pengelolaan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Keterlibatan PPS Teknik Kimia dalam kegiatan ini menunjukkan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai institusi pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kompetensi di bidang teknik kimia, PPS Teknik Kimia memberikan pemahaman ilmiah yang dipadukan dengan praktik sederhana dan aplikatif sehingga dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Pengetahuan mengenai pengolahan limbah organik, fermentasi eco enzyme, hingga pemanfaatan residunya sebagai bioaktivator kompos menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi antara Kelurahan 16 Ulu dan PPS Teknik Kimia melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi kegiatan pendampingan berkelanjutan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah organik secara mandiri. Selain memberikan solusi terhadap permasalahan sampah, pengolahan limbah menjadi eco enzyme dan kompos juga membuka peluang pengembangan produk yang dapat mendukung aktivitas pertanian, penghijauan, kebersihan lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Kelurahan 16 Ulu diharapkan dapat menjadi lebih aktif dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle serta mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pemanfaatan limbah kulit buah dari dapur MBG menjadi eco enzyme menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan limbah dapat dilakukan dari sumbernya dan dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan.(red)
0 Komentar